permainan sepak bola 2014 – Bayern yang Enggak Biasa: Kartu Merah & Parade Blunder

Pra matchday kelima Liga Champions ini, gak terdapat yg makin memprihatinkan beri Manchester City ketimbang fantasi kegagalan terlepas ke fase 16 besar.test1

Dua jam sebelum kick-off pertandingan melawan si penganjur klasemen yg sudah memastikan lolos terlebih dulu, Bayern Munich, kesangsian tersebut makin menguat pasal jauh di sesi timur Eropa, AS Roma bertamu ke kandang CSKA Moskow di Rusia.

City untuk juru kunci dengan dua angka, sementara Roma serta CSKA ada di atas mereka dgn sama-sama telah meraih 4 poin. Jadi tak ada yg bertambah City harapkan ketimbang pertentangan Roma menggulung CSKA ini usai dgn perolehan seri untuk menjaga kesempatan mereka terlepas secara matematis.

Benar saja, gol injury time dr CSKA berjaya “mengamankan” ketiga tim ini dalam Grup E guna sama-sama selalu membela kesempatan lolos. Terutama buat City, sebab sudahnya Sergio Aguero & kawan-kawan sanggup mengerjakan kick-off dgn hati yang tenang.

Sinar terang makin besinar begitu Mehdi Benatia dikartu merah serta menyebabkan wasit menyatakan titik putih yang dan lalu dikonversi Aguero. Namun, sinar itu memudar serta perlahan memerankan mimpi buruk saat Bayern mampu membalikkan posisi menjadi 2-1, sementara itu mereka cuma mempunyai 10 tokoh di atas lapangan.

Beruntung buat City Sergio Aguero dapat mencipta hat-trick serta salah satunya pula merupakan gol di injury time. City walhasil merangsangkan harapan mereka utk terlepas ke 16 gede dgn kemenangan 3-2 atas Bayern.

Apa cara pertarungan tersebut berjalan begitu dramatisnya?

Kedua Kru Enggak Dapat Menyusutkan Susunan Tokoh Terkuat

City gak pernah menang untuk enam pertandingan terakhir di Liga Champions. Keunggulan terakhir mereka datang di tahun 2011 tatkala menggulung Bayern pada Etihad Stadium dgn skor 2-0 dengan perantara gol dr David Silva juga Yaya Toure.

Akan tetapi, dua nama itu tak diturunkan semalam. David Silva sedang masa rehabilitasi cedera selama Toure absen soalnya kompensasi larangan main hukuman ia “menoyor” kepala Roman Eremenko dalam matchday ke-4 detik City berjumpa CSKA.

Pellegrini menurunkan duet Fernando dan Frank Lampard pada lini tengah yang menggantikan duet tulang punggung Toure dan Fernandinho – tokoh Negara brazil ini pula harus absen akibat larangan bertanding. Pellegrini pula menyandarkan Jesus Navas dalam mengoper Silva.

Di persatuan pemain tamu, Bayern memperoleh suntikan usaha mutakhir daripada Bastian Schweinsteiger menyebrangi kompetisi pertama selepas final Piala Dunia 2014. Akan tetapi, ia masih diistirahatkan sama Pep Guardiola & baru dimainkan di menit ke-81.

Bayern seorang diri udah memastikan diri terlepas. Dengan memilikinya badai cedera, tak heran bahwa tim Bayern semalam tak merupakan skuat terkuat mereka.

Susunan pemain Manchester City serta Bayern Munich (sumber: FourFourTwo Stats Zone)

Pertunjukan yg Tidak Biasa dr Bayern: Blunder demi Blunder

Sebenernya Bayern semakin layak kembali ke Bayern dgn impak draw. Apalagi selesai mereka bermain dengan 10 pemain, pasukan tamu asal Jerman ini “mantap” bertahan dengan garis menjulung.

Unsur ini ditunjukkan dgn susunan operan daripada mulai kartu warna merah datang akhir putaran pertama, yaitu malahan Bayern mengelola makin besar operan dari City.